INDAHNYA DOA

Mendengar ceramah Prof Kamil Ibrahim (Travelog Haji) melalui cdnya memberikan saya suatu pandangan tentang doa. Pandangan beliau juga. Berdoa biar khusus dan mengikut kesesuaian tempat dan keadaan. Akhirnya yakinlah dengan apa yang didoakan. Melihat kepada pengalaman Prof Kamil menjejakkan kaki kali pertama di bumi Makkah nyata beliau gementar. Tetapi perjalan spiritual itu sudah bermula sejak setahun sebelum sampai ke kota suci. bermula dengan doa untuk dipermudahkan segala. Beliau minta, Allah perkenankan. Yakin dan terus berdoa. Konsisten malah mungkin doa yang sama diungkapkan berkali-kali tanpa gagal.

“Jika masih tak dapat bertemu Prof, doakan saya juga untuk yakin dengan doa sebagaimana Prof yakin dengan doa yang Prof ungkapkan..” itu saya ungkapkan seketika dalam perbualan di facebook dengannya. Sangat mengujakan apabila dapat bercakap dengan mentor yang selama ini hanya sempat berutus email dan membaca coretan di blognya. Tambah menarik, doa untuk bertemu dengan beliau saya ungkapkan selepas selesai solat Asar. Bangun, buka internet, terus namanya muncul di screen komputer. Alhamdulillah sempat seketika berbual.

Maksudnya? Bukan saya ini wali pun jika benar-benar ikhlas, pasti Allah tunjukkan jalannya. Makbul dalam masa sangat pantas. Subhanallah. Yakin, khusus dalam berdoa. Prof Kamil dalam doanya selama ini, memohon Allah permudahkan urusannya mendapat Profesor. Allah perkenankan beliau mendapat Profesor ketika umurnya awal 40-an. Rahsianya? Yakin, konsisten, penuh pengharapan..

Pagi tadi, saya hampir-hampir saja menitiskan air mata di saat mendoakan anak-anak didik calon UPSR yang setiap pagi membaca Yasin Isnin-Jumaat tanpa gagal kecuali cuti sekolah. Itu bermula daripada Januari sehingga kini. Jika Allah bertanya amalan yang manakah daripada kalian yang paling istiqomah sebagai usaha berdoa kepadaku? Saya menjawab “Ya Allah, murid-murid saya ini setiap pagi memanjatkan doa berkat ayat-ayat surah Yasinmu ya Allah. Makbulkanlah permintaan mereka ya Allah. Permudahkanlah urusan mereka”.

Lantas, apa lagi yang mampu menidakkan kuasa doa? Kuasa pemberian Allah. Pokoknya? Mohonlah. Berdoalah. Itulah yang akan saya lakukan. Moga Allah perkenankan. Saya tidak meminta jawatan profesor seperti Prof Kamil, tetapi cukuplah dipermudahkan jalan terbuka luas untuk menghabiskan sarjana dengan masa yang sangat menenangkan. Moga Allah membuka ‘mata’ dan ‘hati’ tuan penilai borang saya itu untuk melihat saya . Moga Allah perkenankan. Rabbi yassirli wala tu’assir. Ya Allah permudahkan jangan dipersulitkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: